Posted by: Gen | August 26, 2007

.:.I..B..U.:.

Apa arti kedewasaan bagimu wahai ibu ..?
apa arti kebebasan bagimu ..?
apa arti cinta bagimu ..?

Apa tidak pernah ada kata dewasa bagimu untuk seorang manusia yang keluar dari rahimmu ..?
apa kebebasan sama dengan masuk dalam kotak raksasa yang kau beri batas dan aturan-aturan …?
apa arti cinta adalah mengikat seseorang yang kau anggap berharga ..?

Ibu …
Kau memang ibuku ..
Aku memang anakmu ..

Tapi ingat satu hal …
Manusia yang lewat dari lubang kemaluanmu, yang kau sebut sebagai anak ini adalah sebuah titipan.
seorang bayi yang membutuhkan kasih sayangmu untuk menjadi seseorang.

Kau merawat seorang manusia titipan-Nya …
bukan menciptakan sebuah robot yang bisa kau buat persis seperti yang ada di dalam kepalamu.

Ibu …
bukan maksudku untuk tidak menghormatimu
aku sangat sangat menghormati dan menyayangimu

tapi berikan aku kesempatan berkembang menjadi manusia seutuhnya.
Jangan jadikan aku bonsai …
Jangan jadikan aku komputer rakitan ..
Berikan aku kesempatan untuk memilih
Berikan aku kesempatan untuk berpendapat
Berikan aku kesempatan untuk menjadi seorang Aku …

Aku ragu, apakah kau benar-benar mengenalku sekarang atau tidak ..
Karena aku tidak pernah menjadi diriku sendiri di depanmu ..

Aku masih sama buatmu …
seorang bocah.

Mungkin Tuhan juga seperti kaum ibu.
Manusia manapun, Setan manapun, Malaikat apapun, sama saja dihadapanNya ..
hanya seorang ‘bocah’

hahahah

Posted by: Gen | July 15, 2007

Wanita & Pria

Pernah denger wejangan seperti ini ..? :

Untuk Wanita, Menikahlah dengan pria yang mencintaimu
Untuk Pria, Menikahlah dengan wanita yang kau cintai

what the difference anyway ..?

Kalau dibaca satu kali, tampaknya kalimat itu sama-sama saja, hanya permainan kata doank. Tapi coba baca dua kali atau lebih *kalo ga ada kerjaan*, pasti jelas sekali perbedaannya.
Selintas terlihat seperti kalimat yang saling mengisi satu sama lain, tanpa pengorbanan apapun.
Dua lintas akan terlihat kebalikannya.

Wanita … menikahlah dengan pria yang mencintai kamu <– ini berarti “singkirkan egomu wahai wanita!, singkirkan perasaanmu!, singkirkan sejenak kepada siapa hatimu berlabuh. Tidak usah hiraukan kata hatimu!, tidak usah hiraukan perasaan terlukamu!”
Jadi jika ada pria yang mencintaimu, menikahlah dengannya …
Cinta dapat tumbuh dengan sendirinya, seiring dengan berlalunya waktu …
Setidaknya, begitulah kata orang-orang tua.

Pria … menikahlah dengan wanita yang kau cintai <– tidak usah pikirkan apakah wanita yang kau cintai itu mencintaimu sama seperti yang kau rasakan. Anggap saja dia mencintaimu sama seperti kau mencintai dia … hiraukan perasaannya sebagai seorang wanita, kasihi dia layaknya seorang yang kau sayangi …
bahagiakan dia … mungkin kau akan memetik hasilnya … (?)

Seperti itukah jalan kehidupan …?
Tidak harus seperti itu memang,
siapa yang membuat peraturan seperti itu ,,,?
orang tua kita kah …?
lingkungan kah …?

Dari manapun pengaruhnya, seharusnya diri kita sendiri lah yang memutuskan.
Dari jabang bayi pun kita sudah memutuskan untuk lahir atau tidaknya ke dunia, masa sudah dewasa malah tidak berani memutuskan suatu keputusan ..?

Kita hidup sendiri, lahir dan mati pun akan sendiri.
Jika ada kebersamaan, baik berupa teman, keluarga, suami atau istri, itu adalah suatu hal yang patut disyukuri dan dinikmati … bukan untuk dimiliki!

Kita hidup sebagai manusia, yang dianugrahi hati dan perasaan
Kita tidak hidup sebagai mesin, yang dipermak layaknya seorang manusia, tapi tanpa hati dan perasaan. Hanya sebongkah mesin dengan berbagai macam pemrograman di dalamnya.

Hidup … kau begitu berwarna
kau begitu beragam
permainan apalagi yang akan kau tawarkan kepadaku ..?

Posted by: Gen | July 8, 2007

Kesadaran Prematur

Kesadaran bisa saja lahir secara prematur
Tetapi kesadaran yang lahir prematur tidak mempunyai fondasi yang kuat untuk membangun kesadaran yang lebih tinggi.
Jika kesadaran bisa lahir secara normal, kenapa ia harus dilahirkan secara prematur ..?

Tidak usah menuntut orang lain untuk menjadi sadar
Tidak perlu memaksa untuk membuka kelopak mata yang sedang tertutup
jangan membangunkan secara paksa atau tergesa-gesa orang yang sedang tidur …

not good, ye know

Biarkan kesadaran itu berkembang di dalam dirimu,
Biarkan lingkungan luarmu membantu proses evolusi kesadaranmu
Jangan menutup diri dari itu
Biarkan ia masuk ke dalam dirimu
ke dalam kesadaranmu ..

Kesedihanmu
Kebahagiaanmu
Kekecewaanmu
Biarkan itu semua bersatu di dalam jiwamu
jadikan itu sebagai sarana pendukung bagi perkembangan kesadaranmu
jangan menolaknya
terimalah itu …

Jadikanlah ia sebuah permata kesadaran di dalam hati dan batinmu

« Newer Posts - Older Posts »

Categories