Posted by: Gen | December 2, 2007

Chinmi Quotation

Suatu hari di kuil Dairin akan diselenggarakan Pertandingan Uji Coba diantara murid-murid yang sedang belajar Kung Fu, dalam rangka memperingati hari kenaikan Bhiksu pertama. Orang yang paling giat berlatih nanti akan terpilih untuk bertanding di depan makamnya. Semua murid jadi bersemangat menyambut pertandingan itu, mereka berlatih lebih giat dari biasanya.

Tersebutlah seorang murid bernama Jin Tan yang sangat antusias dan sangat berambisi untuk mengikuti pertandingan uji coba itu. Dia berlatih 2x lebih giat dibanding teman-teman lainnya. Disaat jam latihan berakhir pun ia masih saja tetap berlatih seorang diri di dalam hutan.
Ia tidak mau kalah … Ia ingin menjadi kuat … begitulah sifatnya.

Hari yang ditunggu-tunggu para penghuni Kuil Dairin akhirnya datang juga …
Jin Tan mendapat kesempatan untuk bertanding melawan Chinmi. Jin Tan begitu bersemangat melawan Chinmi, ia mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya di waktu senggangnya di dalam hutan. Ia mengincar 3 bagian vital manusia : leher, ulu hati, dan kelamin. Dimana mengincar 3 bagian vital manusia itu tidak diperbolehkan dalam Kung Fu.
Tapi apapun akan dilakukan Jin Tan untuk meraih kemenangan.

Pertandingan pun berlangsung seru. Jin Tan tetap berkonsentrasi menghantam 3 bagian vital Chinmi, dan Chinmi masih berkonsentrasi dalam pertahanan dari serangan-serangan beruntun Jin Tan.
Setelah beberapa menit pertandingan berlangsung, akhirnya Chinmi berhasil menjatuhkan Jin Tan … dan disaat Chinmi akan memukul bagian leher Jin Tan, Daisojo sang kepala Biksu pun menghentikan pertandingan.

“STOP!!” katanya..

Lalu Sang Kepala Biksu bertanya kepada Jin Tan, “kamu tahu nggak kenapa kamu kalah?”
Jin Tan menjawab sambil terengah-engah dan berkeringat, “mungkin karena kekuatanku kurang..”
“Kekuatan …. ” jawab si Daisojo dengan gayanya yang berwibawa … dan ia melanjutkan pertanyaannya “kalau begitu kutanya pada kalian berdua, untuk apa kalian berKung Fu ..?”

jawaban Jin Tan : “Untuk menjadi Kuat!”
jawaban Chinmi : “Untuk apa ya… *dgn tampang bego dan polos* .. mungkin karena … *dia bingung cara nyusun kata2nya* .. habis aku menghayati sih” .. celetuknya.

Sang Daisojo pun tertawa terbahak-bahak, dan beliau berkata …

Sang Buddha pernah menyebutkan begini :
Yang mengetahui dikalahkan oleh yang menyukai. Yang menyukai dikalahkan oleh yang menghayati. Sesuatu hal yang mengetahui, hal itu tidak dapat mengungguli yang menyenangi. Sedangkan sesuatu hal yang menyenangi tidak dapat mengungguli yang menghayati.

Maksudnya begini :
Walaupun seorang manusia mengetahui sesuatu, dia tidak dapat melebihi orang yang menyenangi hal tersebut. Sedangkan orang yang menyenangi hal tersebut juga tidak mungkin melebihi orang yang menghayati sesuatu tersebut. Semua hal juga begitu, semua akan tambah maju jika dinikmati.

si Jin Tan menundukkan kepalanya, tanda bahwa ia mengakui kesalahannya dalam memahami sesuatu dan ia ingin memperbaikinya, ia ingin berubah.
si Chinmi hanya garuk-garuk pipi dengan tampang blo’on sambil bergumam “aku gak ngerti sama sekali…”

bagaimana dengan anda …?
mengerti atau hanya garuk-garuk bagian tubuh yang lain ..?

Posted by: Gen | November 5, 2007

November the Fifth

Belakangan ini ujan melulu …
duduk beratapkan kanopi sambil ditemani secangkir hot chocolate dan satu buah plain croissant, sambil memandang ke depan, memandang jalanan yang basah terguyur hujan, daun-daun pepohonan yang melambai tertiup angin. di ujung sana, di dekat palang itu … ada seberkas cahaya dari lampo sorot yang juga mengeluarkan asap … “panas kali ya…” tapi pemandangan itu jadi terlihat begitu indah.

lampu-lampu hias yang menjuntai kebawah, seolah lelah terkena guyuran hujan setiap harinya.
hmm …
rasa hot chocolate ini tidak seenak yang kubayangkan … 15rb kubuang sia-sia …
rasa croissant ini pun tidak seenak yang pernah kucoba sebelumnya di toko lain … 10rb pun melayang begitu saja.

Malam ini aku menghabiskan uang 25.000 untuk sesuatu yang sangat tidak memuaskan perut dan lidahku.
“tau gini aku akan pergi ke Sweet Corner saja..!”
ah, tapi kan aku sudah terlanjur duduk di sofa empuk ini … walaupun makanannya tidak memuaskan, setidaknya pemandangan malam ini bisa membuatku tersenyum :)

Jadi sampai mana aku tadi ..?

oh ya, sampai ….
hujan terus belakangan ini.  aku kedinginan.

Posted by: Gen | October 10, 2007

Sunshine

Saat yang paling menyenangkan adalah saat dimana aku berada sangat dekat dengan alam …
wangi pohon pinus itu masih melekat di dalam otakku ..
gemericik air dari sungai itu pun masih terdengar jelas dalam hatiku ..
gesekan-gesekan dedaunan yang tertiup angin selalu membuaiku…

Aku rindu melihat awan di bawahku,
Aku rindu melihat sentuhan cahaya matahari yang membias awan,
Aku rindu perasaan itu …

Hatiku melonjak keluar saking senangnya,
senyum diwajahku pun tak sanggup kusembunyikan.
aku bahagia …

semoga aku diberi kesempatan lagi untuk merasakan itu semua.

Ameen … [-o<

Older Posts »

Categories